Puluhan warga Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba melakukan unjuk rasa di halaman kantor camat menyikapi permasalahan Objek Wisata Apparalang, Jumat (17/3/2017).

Dengan membentangkan sapnduk bertuliskan “Stop Penguasaan Lahan Sepihak”, mereka menuntut pungli di objek wisata dihentikan.

“Kami menuntut masyarakat di sekitar objek wisata bisa diberdayakan bukan hanya dikuasai oleh satu orang yang melakukan pengklaiman lahan secara pribadi,” ungkap Koordinator Aksi Sukardi.

Mereka juga meminta kepada Pemkab Bulukumba dan Pemerintah Desa Ara untuk menghentikan pungutan-pungutan terhadap pengunjung sebagai kontribusi untuk masuk di kawasan objek wisata Appalarang karena tidak memiliki legitimasi yang jelas.

Camat Bonto Bahari, Dedi Rahmani mengemukakan pihaknya akan memperjuangkan tuntutan masyarakat kepada Bupati Bulukumba.

“Kami akan memusyawarakan hal ini ke pemerintah desa. Kami hanya bisa memediasi ke pemerintah kabupaten dalam hal Bupati Bulukumba,” ungkapnya.

Rencananya, pada hari Senin? (20/3/2017) mendatang, masyarakat kembali akan melakukan aksi lanjutan di Kantor Bupati apabila tidak ada kesepakatan.

Mereka juga mengancam akan menutup akses jalan masuk Wisata Appalarang.

Iklan